Pandemi Covid-19 global telah membuat pemilik bisnis mengubah banyak aspek perusahaan. Praktek jarak fisik dan isolasi diri yang sangat penting selama beberapa bulan terakhir, membuat perusahaan harus beradaptasi selama pandemi berlangsung.

Kesehatan dan kesejahteraan karyawan perlu menjadi prioritas utama bagi banyak bisnis, meski pandemi Covid-19 berdampak buruk baik secara langsung maupun tidak langsung.

Jutaan pekerja di seluruh dunia kini menjadi terpaksa bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH). Bagi karyawan, WFH bisa memberi batas kabur antara pekerjaan dan kehidupan di rumah. Untuk perusahaan sendiri, jadi susah memantau kehadiran dan pekerjaan karyawan.

Namun itu semua perlu dilakukan demi menghindari risiko kontaminasi virus antar karyawan. Mengingat situasi pandemi Covid-19 global yang memengaruhi banyak bisnis dan cara mereka berfungsi, perusahaan pun perlu lebih memperhatikan cara untuk melacak jam kerja dan menghitung penggajian dan membuat shift fleksibel.

Aplikasi pembuat jadwal kerja dan absensi online sekarang menjadi pilihan yang lebih aman untuk melacak kehadiran dan kerja karyawan selama pandemi. Ada beberapa alasan, yakni:

Pertama, sistem aplikasi absensi online mudah diakses melalui smartphone. Hal tersebut dapat membantu perusahaan memantau kehadiran masing-masing karyawan di mana saja, baik di kantor maupun di luar kantor atau rumah.

Kedua, ketika pandemi Covid-19 mereda, orang-orang masih harus waspada terhadap penularan virus corona, sehingga tetap harus dilakukan upaya pencegahan.

Saat pandemi mereda dan karyawan kembali disuruh masuk, suasana kerja dan kantor tentunya tidak sama lagi. Karyawan harus bekerja dengan tetap menjaga jarak dan tidak menutup kemungkinan akan ada jadwal bergantian antara masuk kantor dan bekerja di rumah.

Aplikasi absensi online menjadi solusi efektif dan efisien dalam mengelola kehadiran karyawan sekaligus dapat dimasukkan menjadi strategi pencegahan penularan virus. Dengan sifatnya yang mudah diakses di smartphone masing-masing, karyawan dapat melakukan absensi tanpa perlu takut terkontaminasi oleh virus dari peralatan kantor yang umum digunakan bersama karyawan lain, seperti fingerprint.

Aplikasi absensi online sekaligus aplikasi pembuat jadwal kerja Eoviz Lite mampu memenuhi kebutuhan perusahaan agar monitoring karyawan lebih efisien di saat pandemi Covid-19.

Perusahaan dapat memanfaatkan Eoviz Lite untuk mencatat kehadiran karyawan berdasarkan validasi lokasi dengan fitur Global Positioning System (GPS).

Terintegrasi dengan sistem payroll, aplikasi ini akan mengotomatisasikan aliran data pelacakan absensi karyawan dan penghitungan penggajian dalam satu tempat.

Selain memakai aplikasi, berikut beberapa tips untuk meminimalisir kontaminasi virus serta mengantisipasi masalah pengelolaan absensi dan jadwal karyawan selama WFH.

1. Manfaatkan panggilan video

Manajer atau supervisor perlu menggunakan panggilan video sebanyak mungkin saat mengelola karyawan selama kebijakan WFH. Terhubung dengan karyawan yang sedang WFH melalui video membuat mereka tahu bahwa Anda memantau kinerja mereka. Penggunakan panggilan video pun telah menjadi sangat populer akhir-akhir ini dan ada banyak opsi, mulai dari zoom untuk menggelar meeting, google duo, hingga google meet.

2.Ubah sistem pelacakan kehadiran

Jika perusahaan Anda mempekerjakan banyak sekali karyawan selama WFH, sekarang saatnya memanfaatkan sistem waktu dan kehadiran untuk melacak jam kerja mereka. Aplikasi pembuat jadwal kerja dari Eoviz Lite misalnya, tak hanya mampu melacak absensi secara online tapi juga membantu manajer menjadwalkan banyak karyawan sekaligus tanpa membuat tumpang tindih.

Selain itu, dengan menggunakan aplikasi ini, memudahkan karyawan yang sedang WFH untuk submit absensi, memantau jadwal, mengirim izin cuti atau libur hingga mengajukan tukar shift.

3. Cegah tumpang tindih shift

Mencegah tumpang tindih dalam penjadwalan adalah hal penting yang harus diperhatikan. Menggunakan aplikasi pembuat jadwal kerja, manajer tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mencocokan karyawan dengan shift.

Di sisi lain, dapat mengecilkan risiko jadwal yang berantakan jika karyawan tiba-tiba tidak bisa bekerja di jadwal reguler mereka serta kesalahpahaman antar karyawan.

4. Atur Pengingat Jadwal dan batasi jam kerja

Karena tidak bekerja di kantor, mungkin karyawan akan kurang disiplin atau lupa dengan jadwal. Salah satu solusi mengatasinya, setelah Anda membuat jadwal, kirimkanlah pengingat untuk setiap karyawan. Misalnya, kirim pengingat 24 jam sebelum shift dan ulangi lagi menjelang shift yang dijadwalkan. Ini memudahkan karyawan untuk mengingat kapan jadwal mereka mulai bekerja. Jika Anda khawatir karyawan yang sedang WFH akan overwork, Anda dapat membatasi jam kerja mereka.

 

WeCreativez WhatsApp Support
Eoviz Lite Aplikasi atau Software untuk Membuat Jadwal Kerja Shift Karyawan sekaligus Absensi Online dan Pengajuan Izin atau Cuti.
Hallo, Ada yang bisa kami bantu? :)